KADES PAGAR RUYUNG SEBUT MOU PUBLIKASI ALIANSI LSM TERKESAN MONOPOLI

Pewarta : Novri Erwanto

Bengkulu Utara, RealitasPublik.com – Terkait Memorandum Of Understanding (MOU) atau kerjasama dalam bidang publikasi dan dokumentasi yang diajukan oleh Aliansi LSM dengan desa-desa yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara baru-baru ini, Nasution selaku kepala Desa Pagar Ruyung Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara (25/3/2024) kepada awak media ini menyampaikan bahwa perjanjian kerjasama tersebut tidaklah salah namun terkesan Monopoli saja, karena menurut kepala desa tersebut bahwa tugas pokok dan fungsi Aliansi LSM bukan bergerak dalam hal dokumentasi dan publikasi namun ini adalah tugas rekan-rekan wartawan.

Nasution melanjutkan bahwa anggaran yang tersedia untuk publikasi di Dana Desa (DD) tentunya sangatlah terbatas, dengan keterbatasan anggaran itu dikhawatirkan jika kami pihak desa mengakomodir dana tersebut kepada Aliansi maka rekan wartawan yang tidak termasuk dalam daftar media yang diajukan oleh Aliansi tidak akan bisa lagi mengajukan kerjasama publikasi, hal inilah yang saya maksud terkesan seperti Monopoli itu.

“Dana yang tersedia untuk publikasi di DD itu sangat terbatas, jika semua dana tersebut diperuntukkan bagi Aliansi tentunya rekan wartawan yang tidak tergabung dalam pengajuan Aliansi akan gigit jari, ini terkesan Monopoli,” tegas Nasution Kepala Desa Pagar Ruyung yang ditemui dikediamannya.

Ditambahkan oleh Nasution bahwa Desa yang dia pimpin akan menerima siapa saja rekan wartawan yang mengajukan kerjasama dalam hal publikasi, tentunya siapa yang terlebih dahulu yang mengajukan maka dialah yang mendapatkan publikasi tersebut.

“Kalau di Desa kami siapa yang lebih dulu mengajukan MOU maka dialah yang akan kami berikan Publikasi, kami tidak mau terikat dengan satu lembaga saja dalam hal ini,” demikian Nasution Kepala Desa Pagar Ruyung.